Tekan Hutang, RSUD Rohul Lakukan Efisiensi Ketat

Tekan Hutang,  RSUD Rohul Lakukan Efisiensi Ketat

Direktur RSUD Rohul, dr.Novil Raykel, Ahad (26/8/2018) mengatakan, Hutang RSUD Rohul, Akhir Desember 2017 tercatat Rp. 9.784.782.471.


MEDIA CENTER ROHUL- Persoalan Hutang yang sempat membelit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan hulu (Rohul), secara bertahap, sudah berhasil teratasi. Namun, untuk membayar hutang tersebut, managemen RSUD Rohul, terpaksa melakukan efisiensi Ketat.

Direktur RSUD Rohul, dr.Novil Raykel, Ahad (26/8/2018) mengatakan, Hutang RSUD Rohul, Akhir Desember 2017 tercatat Rp. 9.784.782.471. Hutang tersebut didominasi Hutang Obat-obatan kepada distributor sebesar Rp. 5.8 Miliar, sehingga sempat menyebabkan pasokan obat ke RSUD Rohul terputus.

"Dari 5,8 Miliar hutang obat kepada distributor, kita sudah bayarkan sebesar Rp. 3,523.760.740 miliar. meski ada beberapa distributor yang masih menunggu pembayaran hutang, namun pasokan obat ke RSUD saat ini sudah normal." jelasnya.

Selain Hutang obat-obatan kepada distributor, lanjut Novil,  RSUD tercatat memiliki hutang jasa pelayanan medis sebesar Rp. 2.959.093.593, namun hutang tersebut sudah dibayarkan sebesar Rp. 2.619.300.402, sehingga hutang jasa medis saat ini hanya tersisa sebesar Rp 339 Juta.

Sementara hutang lainya, seperti ATK Rp. 221.376.000, bahan makan Minum Rp. 151.285.900, oksigen Rp.208.550.000, Diklat Rp. 31.112.500, Beanja cetak Akreditasi Rp 40. 836.150, belanja pelayanan Rontgen 5.101.250 sudah dilunasi. Dari Rp 9,78 Miliar hutang 2017, kita sudah selesaikan Rp.6,5 Miliar. hutang kita yang tersisa tinggal Rp. 2,7 miliar terdiri dari sisa hutang obat, sisa Hutang Jasa medis dan sisa hutang Alkes, insyaallah akhir tahun ini seluruhnya kita selesaikan." sebut Novil optimis.

Ditambahkan Novil, hutang dibayarkan secara mandiri melalui dana BLUD, sementara pemkab rohul nantinya akan membantu dari sisi renovasi dan perbaikan portal parkir sekitar  3,9 m dari APBD-P 2018. Dan di 2019 nanti RSUD akan disuport penuh dengan alokasi anggaran sebesar 7 miliar untuk operasional dan pengadaan obat.

Novil menjelaskan, untuk membayar hutang, RSUD Rohul harus melakukan Efesiensi diseluruh lini pelayanan, mulai dari pemakaian listrik, air, internet, perjalanan dinas, operasional Ambulans, pemakaian bahan abis pakai, Alkes hingga makan minum pasien. namun ia memastikan, Efesiensi tersebut  tidak sampai menganggu pelayanan. kita bisa hemat hingga 300 sampai 400 juta perbulan. Kita juga bentuk tim Casemik untuk menghitung jasa medis perdiagnosis BPJS guna memastikan Jasa medik RSUD dibayarkan sesuai Conding (kode diagnosa)" Sebutnya.  


Selain itu, upaya lain yang dilakukan RSUD dalam efesiensi yaitu Mengaktifkan pengawasan internal untuk tata kelola keuangan dan supervisor pelayanan rawat jalan. pengawasan internal ini bertujuan Untuk memastikan ketersediaan tempat tidur rawat inap serta mengawasi respontime pelayanan di UGD dan ICU.

 "Pengaruhnya, pengeluaran yang tidak urgen dapat dipantau sehingga cost biaya dapat di hemat. Seperti operasional ambulance, Penggunakan rawat inap yang tetap memprioritaskan pasien yang benar-benar harus dirawat." ucapnya.

 Ditegaskanya, Semua perbaikan tata kelola keuangan RSUD Serta peningkatan mutu pelayanan tetap mengacu pada percepatan akreditasi RSUD Rohul yang akan dilaksanakan pada Oktober nanti. 

#mediacenterrohul #diskominforohul #mcrohul
 

Artikel Terkait